The Chronicles of oZ
Interfaith Relationships : Salahkah?

Sbnernya sih udah lama pengen posting soal ini, tapi berhubung kerjaan banyak dan baru kepikiran lagi sekarang, jadi baru sekarang deh. hehehe.

Tren baru saat ini, selain K-Pop, Frozen Yogurt, dan Bruno Mars, adalah hubungan lintas agama. Ya, mereka yang berpacaran dan beda iman, saudara-saudara.

Apa yang sebenarnya membuat hubungan semacam ini dijalanin dgn sepenuh hati, penuh perjuangan? Apa cinta yang bisa bikin mereka bertahan hingga saat ini? Kaga! Cinta doank ga cukup.

Kalo ngeliat dari pengalaman temen” yg udah ngejalanin hubungan lintas agama, satu yang mereka pegang prinsipnya : menghargai perbedaan. Iya donk, pastinya mereka semua ga peduli agama apa yang dipeluk pacarnya, yang penting pacarnya lah yang dipeluk *loh

Tapi selama kita masih jadi orang Indonesia, dan selama kita masih punya keluarga, gw rasa agama bakalan jadi faktor penting dalam menentukan pasangan hidup. Ga bisa diabaikan, kcuali emang mau kabur ke luar negeri, ya itu masalah lain.

Klo menurut gw sendiri, orang yang bisa dan mau ngejalanin hubungan lintas agama sebenarnya percaya salah satu hal berikut : 1) mereka tidak mengutamakan agama dalam hidupnya, 2) kalau mengutamakan agama, mereka tidak mempermasalahkan prinsip hidup masing” .

Banyak yang berhasil membina keluarga berbeda agama, anak”nya pun berhasil dalam hidupnya. Tapi menurut gw itu jarang terjadi, dan bakal susah buat bisa kaya gitu.

Gw bukan muslim yg taat 100%, gw masih kurang banyak, I admit that. Tapi gw juga percaya klo Islam adalah agama yg harus gw pegang ampe mati, walaupun gw ga mungkin bisa perfect dalam menjalaninya. Salah satu keyakinan gw yang juga sejalan dengan pemikiran Islam adalah bahwa pasangan hidup kita pun harus seagama.

Mengapa harus seagama? karena agama adalah prinsip hidup, keyakinan dari masing-masing orang bagaimana mereka harus menjalani hidup ini. Untuk membina keluarga yang sukses dunia akhirat, gw rasa prinsip hidup gw ama istri gw pun harus sama. Kalo ngga, hidup sih mungkin bisa hidup, tapi ga akan optimal, ga akan nyaman.

Selain itu, mau dibawa kemana anak” kita ? *pake nadanya Armada* but seriously, gw pengen kejelasan hidup buat anak” gw. Klo ternyata gw ama istri aja udah kaga kompak soal agama, what will my children think of us?

O ya, itu kan soal prinsip hidup. Klo tentang orangtua, gw ga pengen ngecewain mereka. Mereka lah alasan gw ada di dunia ini (logically speaking, yeah) . Jadi, klo mereka nasehatin gw buat nyari pasangan hidup yg seagama, gw bakal nurut.. dengan senang hati pula. Implikasinya lebih dari sekedar berbakti. Pernikahan adalah penyatuan dua keluarga—setidaknya di negara ini—dan alangkah lebih baiknya jika kedua keluarga yang dipersatukan memiliki iman yang sama. Beda iman hanya akan memperbesar kemungkinan saling curiga dan dinginnya kekeluargaan. At least that’s what I think.

Maka, hubungan interfaith atau lintas iman menurut gw sah-sah aja, asal pasangan bisa saling menghargai perbedaan, begitu pula masing-masing keluarga, dan mereka tidak ada masalah dalam prinsip hidup. As for me, I beg to differ. Gw memilih untuk mencari pasangan yang seiman, bukan sekedar cari aman, tapi cari nyaman juga buat gw nantinya.

  1. mcoz posted this